matanya mulai meredup dan terlihat sedih...
wajahnyabertekuk lungset tiada tara
tidak seperti ketika ia menyapaku tadi pagi...
kata2nya tiada lagi terdengar..
hanya desahan nafas yang sedikit lebih keras
seperti ingin menghempas
beban yang menyertainya
kesian juga siih...
cuma mau gimana...
aku hanya berharap semoga
engkau cukup kuat
ingat ceritamu tentang
kolam renang yang dibuat di rumahmu
mobil CRV yang mau dibeli dan ditaroh dirumahmu
gedung lapangan futsal milikmu
pondok pesantren ayahmu...
usaha warung bakso
usaha tahu goreng
semua kau ceritakan dengan wajah yang meyakinkan
sangat halus
sangat mengagumkan...
mungkin saatnya sekarang kamu kembali ke bumi
dan menghadapi kenyataan
bahwa kamu adalah kamu
kamu yang manusia biasa,
punya masalah kesehatan yang sering di blow up
yang nggak seneng hari senin
yang suka membual tanpa terasa
yang merasa hebat
kadang aku bertanya2
benarkah semua yang dikatakannya?
bagaimana aku bisa membedakan
antara yang benar dan sedang membual
aku terlalu sibuk memperhatikan satu hal
membuat aku tidak konsentrasi pada hal lain..
kelemahanku ... tidak bisa fokus pada banyak hal...
karena kelemahanku itulah
aku sering mengabaikanmu
aku terlalu lelah untuk menebak
palsu atau aslimu
aku terlalu jenuh dengan benar tidaknya
sekarang ketika petir menyambar telingamu
aku tau bahwa petir itu adalah segalanya
tentang kebenaran
maka aku sarankan padamu
dengarkan
cerna
lalu berhentilah membual dan membela diri
Friday, January 4, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Karmila oleh Farid Hardja
Ku kenal dikau lalu jatuh cinta bagai pertama Dan ku cumbu dikau penuh kasih mesra bagai cerita Kau berulangtahun, ku tuang minuman ke dal...
-
Saya termasuk orang yang senang mengkaji sesuatu... Tapi mengkaji juga nggak selamanya berada dikelas ... Mengkaji dialam semesta lebih e...
-
Beberapa hari yang lalu saya baca tulisan Kalo ada perempuan yang Dandan cukup pakai bedak bayi mau diajak naik motor Makan atau jajan m...
-
Malam minggu niy Pada sibuk apa Saya di rumah saja Bergelut dengan benang rajut yang asik Ada pesanan 30 kalung rajut dari temen di sur...
No comments:
Post a Comment